Alasan kuat mengapa Jakarta adalah kota ideal untuk kendaraan listrik
Jakarta dengan kepadatan lalu lintasnya yang terkenal justru menjadikannya kota ideal untuk kendaraan listrik. Karakteristik berkendara stop-and-go di Jakarta sangat menguntungkan EV, karena sistem regenerative braking memulihkan energi setiap kali melambat — sesuatu yang tidak bisa dilakukan kendaraan berbahan bakar bensin.
Ditambah dengan berbagai kebijakan pro-EV dari pemerintah DKI Jakarta dan infrastruktur charging yang terus berkembang, tidak ada waktu yang lebih baik untuk beralih ke kendaraan listrik.
Perbedaan biaya operasional antara kendaraan berbahan bakar bensin dan listrik sangat signifikan. Mari kita hitung dengan asumsi penggunaan sehari-hari di Jakarta dengan jarak tempuh 50 km/hari.
💰 Hemat hingga Rp 1.575.000 per bulan!
Atau Rp 18,9 juta per tahun — setara cicilan kendaraan bulanan
Kendaraan listrik di Jakarta mendapatkan berbagai keistimewaan regulasi yang signifikan meningkatkan mobilitas sehari-hari.
Kendaraan listrik dikecualikan dari aturan ganjil-genap di Jakarta sesuai Pergub DKI. Anda bisa melintas di semua ruas jalan ganjil-genap kapan saja tanpa hambatan.
Berbagai gedung parkir dan mall di Jakarta memberikan tarif khusus atau prioritas untuk kendaraan listrik, termasuk akses ke charging station gratis.
Pemerintah memberikan pengurangan pajak kendaraan listrik berupa PPnBM 0% dan subsidi pembelian, menjadikan harga JAECOO J5 EV lebih terjangkau.
Salah satu kekhawatiran terbesar calon pembeli EV adalah ketersediaan pengisian daya. Di Jakarta, infrastruktur ini sudah sangat memadai dan terus berkembang pesat.
Selain charging publik, JAECOO menyediakan home charging kit yang mudah dipasang di garasi rumah. Cukup pasang di stopkontak 220V, kendaraan Anda akan terisi penuh saat pagi hari.
JAECOO J5 EV dirancang khusus untuk kebutuhan mobilitas urban dan perjalanan jauh. Dengan spesifikasi yang mengesankan, range anxiety bukan lagi masalah.
Rasakan langsung jangkauan 490km dan nol emisi kendaraan listrik JAECOO